Alternative flash content

Requirements

Get Adobe Flash player

Billy: 'Action Figure' Bukan Cuma Untuk Anak Kecil!

 

Oleh : Novriyadi

Tidak ada yang salah memang jika kita memiliki hobi, apalagi jika hobi tersebut bersifat positif dan menguntungkan. Hmm... pastinya sangat menyenangkan untuk dijalani. Nah, perasaan itu ternyata juga dirasakan oleh Bellarminus Paratomo. Ya, pria yang biasa disapa dengan Billy ini ternyata memiliki hobi mengumpulkan beragam action figure, mulai dari tokoh komik, film atau pun musisi.

 

Action figure sendiri adalah mainan karakter yang berpose, terbuat dari plastik atau material lainnya, dan karakternya sering dibuat berdasarkan film, komik, videogame, acara televisi ataupun tokoh politik.

Wolverine tokoh dalam cerita X-men (Foto: Novriyadi/TNOL)Wolverine tokoh dalam cerita X-men (Foto: Novriyadi/TNOL)Billy mulai menyukai action figure sejak tahun 1983. Saat itu ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Suatu hari teman sekolahnya membawa action figure berupa karakter Star Wars ke sekolah. Karena terkesan dengan bentuknya, akhirnya ia pun pelan-pelan mulai “keracunan” dan ikut mengumpulkan action figure.

Toko milik Billy (Foto: Novriyadi/TNOL)Toko milik Billy (Foto: Novriyadi/TNOL)“Kebetulan, saya juga sangat menyukai komik, sehingga hal tersebut semakin menambah rasa suka saya terhadap action figure,” kata Billy.

Sejak saat itu, Billy pun mulai mengumpulkan beragam action figure. Ia bahkan rajin menabung uang jajannya agar bisa membeli mainannya, “Setiap hari saya harus bisa menahan jajan, karena uang saku yang diberikan orangtua saya kumpulkan untuk membeli action figure,” jelas Billy.

Action figure yang dijual Billy (Foto: Novriyadi/TNOL)Action figure yang dijual Billy (Foto: Novriyadi/TNOL)Saat ini, umur Billy menginjak 36 tahun. Uniknya, walaupun umurnya sudah dikatakan tidak muda lagi, ia tetap mengumpulkan beragam action figure. Tak peduli akan anggapan orang-orang yang mengatakan bahwa action figure itu identik dengan anak-anak, toh ia tetap bersemangat untuk mengumpukan action figure itu.

Saat ini, Billy telah memiliki koleksi sebanyak 5.000 action figure. Karena banyaknya action figure yang ia miliki, sehingga rumahnya dipenuhi oleh beragam action figure. Hampir setengah dari rumahnya disesaki oleh mainan-mainan dari berbagai macam ukuran, mulai dari ruangan keluarga, ruang tamu, hingga kamar tidur, dipenuhi oleh action figure. “Karena banyaknya action figure yang saya miliki, saya sempat ditegur oleh orangtua saya,” cerita Billy.

Batman (Foto: Novriyadi/TNOL)Batman (Foto: Novriyadi/TNOL)Menurut Billy, sebenarnya action figure bisa dinikmati oleh siapa saja. Bukan hanya untuk anak-anak, tetapi orang dewasa pun boleh membeli dan memilikinya, “Sebenarnya, action figure bukan cuma buat anak-anak, karena harganya juga banyak yang mahal-mahal dan sulit dibeli oleh anak-anak,” kata pria yang kini menjabat sebagai Ketua Komunitas Action Figure Indonesia (KAFI) ini.

Di mata Billy, action figure bukan hanya sebuah benda mati yang tidak memiliki arti, action figure merupakan sebuah karya seni yang bernilai tinggi, karena memiliki guratan-guratan begitu detail sesuai dengan tokoh aslinya.

“Kalau menurut saya, action figure itu seperti seni mematung, dimana terdapat guratan-guratan yang memiliki nilai seni yang tinggi,” jelas Billy.

Billy dan Superman (Foto: Novriyadi/TNOL)Billy dan Superman (Foto: Novriyadi/TNOL)Memiliki Toko Action Figure

Saking cintanya ia pada action figure, Billy akhirnya memutuskan membuka toko yang menjual action figure. Toko tersebut ia beri nama ToyzAholic. Di dalam toko tersebut, ia menjual beragam karakter action figure yang sudah second ataupun baru, mulai dari karakter tokoh film, komik, musisi hingga bintang film dewasa ia jual.

Harga action figure yang dijual pun sangat bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 2 juta, semua itu tergantung dari merk, besarnya ukuran.  “Semua harga tersebut bisa ditawar kok, jadi tenang aja ngga akan kemahalan deh,” jelas Billy, sambil terseyum.

Keputusannya untuk mendirikan toko, memang bukan tanpa sebab. Karena menurut Billy, sebenarnya bisnis menjual mainan action figure memiliki peluang yang cukup bagus. Hal ini disebabkan karena penjual action figure di Indonesia masih belum banyak dan harganya juga akan melambung tinggi jika action figure tersebut langka. (Thamrin Mahesarani)

 

Sumber : http://www.tnol.co.id/

 

000110147
Hari iniHari ini70
KemarinKemarin413
Minggu iniMinggu ini989
Bulan iniBulan ini9782
TotalTotal110147